Kamis, 30 Juni 2016 - 09:29:30 WIB
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ANALISIS NILAI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA MENGATASI RADIKALISME SIKAP KEAGAMAAN DI KALANGAN MAHASISWA
Diposting oleh : Tomy Dwi Susanto
Kategori: Produk dan Layanan - Dibaca: 180 kali

IMPLEMENTASI PENDEKATAN ANALISIS NILAI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA MENGATASI RADIKALISME SIKAP KEAGAMAAN DI KALANGAN MAHASISWA

 

Lilik Nur Kholidah

Fakultas Satra, Universitas Negeri Malang

Email: lkholidah@yahoo.com

Abstrak: Radikalisasi sikap keagamaan menjadi tantangan penyelenggaraan pendidikan Islam di tengah kehidupan berbangsa yang plural. Untuk itu, Proses  pembelajaran pendidikan agama Islam  di lembaga pendidikan tinggi, sebagai wahana strategis transformasi nilai-nilai ajaran agama Islam perlu diarahkan pada proses deradikalisasi. Penerapan pendekatan analisis nilai menjadi salah satu upaya strategi deradikalisasi sikap keagamaan dikalangan mahasiswa. Melalui penerapan pendekatan analisis nilai, mahasiswa dapat membangun sikap-sikap positif sebagai manifestasi terbangunnya pemahaman keagamaan yang utuh dan integral. 

 

Kata-kata Kunci: Pendekatan Analisis Nilai, Radikalisme, Sikap keagamaan    

            Dinamika perilaku beragama di kalangan masyarakat akhir-akhir ini, diwarnai isu, fenomena radikalisme. Fenomena ini semakin kompleks, ketika radikalisme muncul dalam bentuk kekerasan yang dibingkai  dengan legitimasi agama, sebab hal ini menjadi sangat sensitif untuk membangkitkan emosi, bahkan menyulut munculnya tindak kekerasan, baik pribadi maupun komunal (Sudarto, 2014:118).

           Realitas menunjukkan, kekerasan atas nama agama  mempunyai intensitas yang paling besar di masyarakat.  Berbagai fenomena kekerasan baik pada level domestik maupun global, memberikan andil terhadap semakin menguatnya arus radikalisme keagamaan di masyarakat. Bahkan Islam, dipararelkan dengan radikalisme dan terorisme.  Dalam konteks ini,  Indonesia sebagai  negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, juga menghadapi arus radikalisme dalam pemikiran dan perilaku beragama masyarakat sebagai dampak perkembangan global. Kondisi tersebut, disatu sisi menjadi bagian dari dinamika keberagamaan masyarakat yang positif bagi kesadaran kehidupan beragama, namun disisi lain  menjadi faktor yang rentan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, manakala tidak diletakkan pada konteks kehidupan berbangsa yang plural.

          Dalam perkembangannya,  radikalisme pemikiran dan perilaku beragama terjadi pada berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali pada kalangan generasi muda terpelajar.  Fenomena tersebut, tidak lepas dari posisi lembaga pendidikan yang sangat berpeluang menjadi wahana penumbuh sekaligus pencegah radikalisme. Proses  pendidikan  di lembaga pendidikan tinggi, sebagai wahana strategis transformasi nilai-nilai bagi penumbuhan karakter sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, yang mampu hidup berdampingan, harmoni ditengah pluralitas kehidupan berbangsa dan beragama perlu diarahkan pada proses deradikalisasi. Untuk itu, pendidikan Islam sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional, khususnya jenjang pendidikan tinggi memiliki peran strategis untuk menanamkan Islam moderat dan menanggulangi radikalisme. 

SELENGKAPNYA