Pelatihan Berpikir Kritis dan Kreatif

Pusat Pengembangan Bimbingan  Konseling Karir dan Kompetensi Akademik (P2BK3A) adalah salah satu pusat yang ada di Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) Universitas Negeri Malang yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap layanan   bimbingan dan konseling terhadap berbagai problematika mahasiswa. Terkait dengan hal tersebut, tanggal 15 November 2019 P2BK3A telah menyelenggarakan pelatihan berpikir kritis dan kreatif “ bagi mahasiswa Universitas Negeri Malang. Pelatihan ini diikuti oleh 150 mahasiswa S1 dan S2 dari delapan fakultas yang ada di UM.

Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, Kepala P2BK3A, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan P2BK3A dan layanan bimbingan konseling, yang dapat meningkatkan potensi kemampuan dalam berpikir kritis. Harapannya agar mahasiswa UM bisa bersaing di era globalisasi dengan keterampilan yang dimiliki. Pemaparan materi yang disampaikan sangat menarik sehingga mempermudah peserta untuk memahami. Drs. I Wayan Dasna, M.Si, M.Ed., PhD, Ketua LP3 UM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini penting dalam pemecahan masalah bagi mahasiswa dengan meningkatkan keterampilan dalam berpikir kritis dan kreatif serta pengenalan kelebihan diri masing-masing individu yang nantinya dapat menjadi faktor pendukung atau menjadi hambatan  nilai akademik mahasiswa.

Selama pelatihan peserta mendapat kesempatan belajar dengan pemateri lainnya Gamma RUH, S.Psi., M.Psi dengan materi “Tes Kreativitas”, Dr. Diniy Hidayatur Rahman, M.Pd dengan materi “Pentingnya Berpikir Kritis dan Kreatif”, Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd dengan materi “Pengenalan Diri”, Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi dengan materi “Role Play Berpikir Kritis”, Nabhan Fuad Choiron, SS., MA dengan materi “Role Play Berpikir Kreatif”.

Di akhir pelatihan ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif terhadap kemmpuan berpikir kritis sebagai salah satu prasyarat dalam pementukan pribadi akademis yang tanggap dan cerdas dalam merespon setiap informasi yang muncul di lingkungannya. Dengan demikian, mahasiswa akan dengan mudah memanfaatkan setiap informasi yang beredar di masyarakat sebagai media pencerdasan dan penguatan kapasitas diri sebagai akademisi. (Jeanny)