TENTANG TEQIP

Banyak penelitian (Bauersfeld, 1998; Jaworski, 1994; Goffree, & Berger,1999; Kurina, 1995; Lin & Cooney, 2001;Mason, 1998; Silver, Mills, Castro, Ghousseini, & Stylianides, 2005;Spilkova´ , 2001; Stigler & Hiebert, 1999) menunjukkan bahwa perlu adanya upaya keras untuk bisa mengubah perilaku guru dari penyampai atau pemberi pengetahuan menjadi pembangkit belajar untuk siswa.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengadakan pelatihan guru (in-service training). Guru-guru yang sudah memiliki pengalaman mengajar cukup lama dan memegang paradigma “penyampai pengetahuan” harus diubah pola pikirnya menjadi “pembangkit belajar” untuk siswanya. Apalagi dengan penerapan KTSP, guru di setiap jenjang persekolahan tidak mendapatkan “resep” kurikulum yang “fixed (tetap)” untuk diajarkan di sekolah, melainkan dituntut mampu merancang sendiri materi apa yang harus diberikan kepada siswanya, berapa lama harus disajikan, kapan diberikan, dan bagaimana menyajikannya. Guru dituntut bertindak lebih aktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Untuk mengubah perilaku guru dari penyampai pengetahuan ke arah pembangkit belajar, perlu dilakukan upaya pelatihan terpadu dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas dan dilakukan terus menerus (ongoing) secara cycle, yakni merencanakan, melaksanakan, refleksi, memperbaiki pembelajaran, dilanjutkan melaksanakan, refleksi, memperbaiki pembelajaran lagi, dan seterusnya. Proses peningkatan profesionalisme guru dengan pola cycle tersebut, dikenal dengan lesson study.

Teachers Quality Improvement Program (TEQIP) merupakan salah satu model pemberdayaan guru melalui pembelajaran bermakna dengan pola lesson study. Pada tahun 2010 diikuti oleh 1080 orang guru tersebar di 5 (lima) Propinsi: Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Jambi, dan Bengkulu. Kegiatan tersebut dilakukan oleh PT. Pertamina (Persero) bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UM).